Translate

Pengunjung

free counters
Minggu, 21 Oktober 2012

Perjanjian Perdagangan Getah Karet Tiga Negara. (Indonesia, Malaysia, Thailand).

Rubber Declaration.

Pada tanggal 12 Desember 2001, tiga negara ASEAN, yaitu. Indonesia, Malaysia dan Thailand bertemu di Bali, Indonesia, dan menandatangani Deklarasi Bersama Menteri (Deklarasi Bali 2001) mengadakan perjanjian untuk bekerja secara kolektif untuk memastikan pembagian yang adil dan menguntungkan untuk melindungi usaha karet kecil dari ketiga Negara tersebut.Hasil dari Deklarasi Bali ini dibentuk suatu badan yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan dari langkah-langkah pasokan getah karet alam (Natural Rubber/NR), lembaga ini dinamai (ITRC) International Tripartit Rubber Counci, lembaga inilah yang mengendalikan Supply Management Scheme (SMS) atau Skema Manajemen Pemasok dan Skema Persetujuan jumlah Tonase Eksport (AETS) untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan di atas akan sesuai dengan target yang ingin dicapai.

Pada tanggal 8 Agustus 2002, negara-negara Tripartit bertemu lagi di Bali, Indonesia untuk menandatangani MOU tentang pengaturan dari Konsorsium Pembatasan Karet Internasional atau International Rubber Consorcium Limited (IRCo) untuk melaksanakan Operasi Pasar Strategis atau Strategic Market Operation (SMO) untuk melengkapi dua skema di atas. IRCo resmi terdaftar pada tanggal 28 April 2004 dengan modal dasar sebesar US $ 225 juta, untuk sepenuhnya berlangganan melakukan pembelian Getah Karet Alam dari  Thailand, Indonesia dan Malaysia dengan perbandingan rasio 04:03:02.

Untuk meningkatkan efektivitas Operasi Pasar Strategis (SMO), sebuah komite, yang terdiri dari dua ahli pemasaran dari masing-masing negara tripartit, yang disebut Komite Operasi Pasar Strategis (CSMO) dibentuk untuk meninjau kesetabilan situasi pasar dan menyarankan Dewan Direksi (bods) pada pelaksanaan Operasi Pasar yang sesuai Strategis (SMO).
''IRCo sekarang siap untuk melayani negara-negara anggota dan persaudaraan produsan karet di seluruh dunia pada umumnya."

0 komentar:

Entri Populer